Sebagai petani, Angus Buchan merasa kalau ladangnya di Zambia kurang membuahkan hasil, ditambah lagi dengan situasi politik Zambia yang memanas, membuat Angus memutuskan pindah ke Kwazulu Natal, sebuah daerah di Afrika Selatan untuk memulai kembali dari nol.
Di tempat barunya, dengan hanya berbekal sebuah ladang kecil dan mobil karavan, Angus mengalami kesulitan untuk memulai pertaniannya. Simeon Bhengu, pemuda setempat yang sedang mencari pekerjaan, menawarkan diri untuk membantu Angus di ladangnya. Namun dengan sifatnya yang gampang meledak, Angus hampir saja mencelakakan dirinya dan juga orang disekitarnya.
Sampai suatu hari, istrinya, Jill , mengajak Angus dan anak – anak mereka untuk pergi ke gereja, mengikuti kebaktian. Setelah sempat menolak ajakan istrinya, akhirnya Angus tetap ikut dan mau mendengarkan kotbah pendeta.
Dorongan dari dalam dirinya membuat Angus akhirnya mau menerima Tuhan dalam hidupnya. Tidak hanya itu, perubahan – perubahan positif mulai terjadi, dimulai dari perubahan sikapnya. Dan hal ini tidak hanya dirasakan oleh Angus, tapi juga orang – orang di sekitarnya, bahkan sepertinya Angus Buchan ini menjadi berkat bagi orang di seluruh kotanya.
Film ini diadaptasi dari novel yang diangkat dari kisah nyata hidup Angus Buchan, seorang pria kelahiran Skotlandia, yang akhirnya pindah ke Afrika dan menjadi petani disana.
Review :
Karena dalam filmnya terdapat beberapa dialog bersama orang lokal, maka dalam film ini juga terselip dialog berbahasa setempat. Subtitle tentunya dibutuhkan

Kisahnya sendiri cukup mengharukan, terutama karena diawal kita dikasih lihat bagaimana Angus memperlakukan istri, anak, dan karyawannya dengan buruk. Dari Angus yang lama menjadi Angus yang baru, tidak berubah total dalam 1 hari, tapi ada prosesnya. Beberapa kejadian buruk yang dialami Angus setelah dia bertobat, tapi untungnya akhirnya dia tetap pegang imannya.
Yang gw salut banget, pas melihat gimana seorang petani biasa, yang kemudian bertobat, lalu dengan berani menginjili penduduk lokal, bahkan sampai ngadain KKR di kotanya, untuk memotivasi petani – petani lainnya ketika Afrika Selatan mengalami kemarau berkepanjangan. Tuhan memang luar biasa. Dan kisah ini memang ada hubungannya sama kentang loh. Tapi untuk jelasnya, tonton sendiri aja y. Selain ceritanya yang menyentuh, film ini juga dihiasi dengan pemandangan indah dari daratan Afrika sana.
Saat ini Angus Buchan yang asli masih hidup dan aktif mengadakan kebaktian di Afrika sana. Kita doakan ya ada kebangkitan rohani juga untuk rakyat Afrika dan mereka jadi bangsa yang lebih berbahagia dan hidupnya lebih baik.
Aktor/ Aktris dalam film ini :
Angus Buchan : Frank Rautenbach
Jill Buchan : Jeanne Neilson
Simeon : Hamilton Dlamini
Fergus Buchan : Sean Cameron Michael
Sutradara : Regardt van den Bergh
Trailer :

Jadi mau beli dvd nya, tapi kok ga pernah liat kalo ada…..moga2 aja ada ∂ toko langganan
Btw suka koleksi tumbler tho?
Iwan : iya ada dijual kok dvdnya wan, kyk di halleluya, metanoia, dll.
Koleksi tumbler iya, tp lom banyak
soalnya koleksinya berdasarkan tpt yg uda pernah didatengin. He2
Kalo di Medan kira2 ada jual Dvd nya gak yah ? Saya pengen bgt nonton. Please infonya ya
Hai
kalau di Medan ada toko rohani semacam Metanoia/Halleluya, kurasa ada kok. Atau bisa jg coba cari di Gramedia/Gunung Agung/Duta Suara.
Good luck hunting y.
Saya ga bisa nemuin lokasinya di Medan.. T.T
)
Tolong dibantu yahh..plis..nama2 jalannya
Ada toko buku Metanoia, di Medan Mal (dekat terminal Sambu). Kl Medan Mal tau donk