Sinopsis
Tokoh utama dalam film ini, Anna Marchant (Milla Jovovich), menjalani kehidupan yang cukup normal seperti wanita lainnya di kota besar. Anna berprofesi sebagai guru di taman kanak-kanak dan tinggal bersama kekasihnya, Bryce. Dan pada malam-malam tertentu, Anna akan pergi ke klub untuk hang out bareng 2 temannya, Francine dan Nina.
Suatu malam, setelah keluar dari klub dan berpisah dengan kedua temannya, Anna memergoki seorang pembunuh yang sedang menjalankan aksinya. Sebelum sempat kabur, pembunuh memergoki Anna dan mengejarnya. Dalam keadaan panik dan ketakutan, Anna terjatuh ke sungai.
Ketika sadar, dirinya sudah berada di rumah sakit, didampingi oleh Bryce dan kedua temannya. Namun, kini Anna merasa panik. Karena dia merasa tidak bisa lagi mengenali wajah-wajah di depannya. Anna mengalami trauma yang membuatnya menderita “facial-blindness”.
Pembunuh yang dipergoki Anna malam itu adalah serial killer, yang saat ini masih berkeliaran dan korbannya masih terus bertambah. Celakanya bagi Anna, koran setempat memuat berita tentang dirinya yang sudah lolos dari kejaran pembunuh masih hidup. Hal ini membuat Anna semakin ketakutan dan merasa terancam. Bagaimana kalau si pembunuh menemukannya dan berhadapan langsung dengannya?
Sam Kerrest (Julian Mcmahon), detektif yang menangani kasus tersebut pun menganggap Anna mungkin sudah mengalami gangguan jiwa dan malah menghalangi penyidikan kasus. Karena ketakutan akan menjadi sasaran dari pembunuh yang masih berkeliaran, Anna menemui psikolog untuk minta pertolongan.
Apakah Anna bisa sembuh, sedangkan bahkan dia tidak bisa mengenali wajahnya sendiri. Dan sementara itu si pembunuh masih belum tertangkap.
Review
Dari segi ide cerita, sebenarnya Faces in the Crowd berpotensi banget jadi film yang bagus. Akting Milla Jovovich disini jauh lebih baik dari film yang biasa dia perankan (sebut saja…Resident Evil), jadi gw berharap Milla mendapat peran-peran yang lebih baik kedepannya. Tokoh pendukung yang cukup mengesankan menurutku adalah Julian McMahon yang jadi detektif. Penggunaan beberapa aktor sekaligus untuk memerankan 1 tokoh juga menurutku ide yang bagus. Karena terkadang kita jadi ikut terbawa perasaan Anna yang tidak bisa ngenali orang yang sedang dia lihat.
Sayangnya kelemahan film ini justru terlihat banget di alur cerita (terutama mendekati bagian ending). Bumbu kisah cinta antara korban dan polisi malah bikin ceritanya jadi kurang menarik lagi dan terkesan klise. Padahal tadinya sudah cukup bagus dengan menunjukkan berbagai sisi kehidupan Anna yang jadi ikut hancur karena traumanya ini. Gara-garanya jadi simpati dan jadi mikir, pasti stress kalau bener ada yang menderita penyakit ini.
Overall kukasih skor 6/10.


